IDEALISME TRANSENDENTAL JERMAN

IDEALISME TRANSENDENTAL JERMAN   Dalam kurun waktu (periode)  yang termasuk singkat, Jerman menghasilkan banyak sekali filsuf – filsuf besar, pujangga – pujangga, musisi dan para sarjana yang telah mempengaruhi perkembangan lebih lanjut dari pemikiran tentang hukum. Tiga filsuf besar  diantaranya yakni KANT,  FICHTE, dan   HEGEL, yang filsafat hukumnya memang tepat […]

TEORI   AANPRAKELIJKHEID DALAM PERBUATAN MELAWAN HUKUM

TEORI   AANPRAKELIJKHEID DALAM PERBUATAN MELAWAN HUKUM   Teori aanprakelijkheid atau yang dalam bahasa Indonesia dapat disebut  teori “TANGGUNG GUGAT”  adalah teori untuk menentukan  siapakah yang harus menerima gugatan (siapakah yang harus digugat) karena adanya suatu perbuatan melawan hukum. Pada umumnya, tetapi tidak selamanya, yang harus digugat / menerima tanggung gugat jika terjadi suatu perbuatan melawan hukum […]

VOLUNTARISME DAN PENGETAHUAN OBYEKTIF

VOLUNTARISME DAN PENGETAHUAN OBYEKTIF   Nilai – nilai mengenai voluntarisme dan pengetahuan obyektif   erat hubungannya dengan pasangan nilai – nilai individu dan masyarakat, oleh karena menyangkut masalah: Apakah kehendak menentukan pengetahuan, atau Apakah pengetahuan yang mengendalikan kehendak. Hal itu, selanjutnya menimbulkan masalah apakah mungkin ada nilai – nilai obyektif ataukah kehendak […]

DOGMA PASAR BEBAS YANG MENYESATKAN

  Writer and Copy Right: Dr. (Cand.) Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH. Lecturer, Advocate and Legal Consultant Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002  

“Kata Pepatah”, sesuatu yang terlupakan

“Kata Pepatah”, sesuatu yang terlupakan   G.C. LICHTENBERG » Tidak ada yang selembut dan sekeras hati;   LA FONTAINE » Kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati sendiri;   LA BRUYERE » Orang yang berjiwa cukupan, merasa bisa menulis dengan hebat. Orang yang berjiwa besar merasa bisa menulis cukupan; […]

KESENGAJAAN (DOLUS) DALAM TINDAK PIDANA

KESENGAJAAN (DOLUS) DALAM TINDAK PIDANA   Dalam Crimineel Wetboek (Kitab Undang – Undang Hukum Pidana) tahun 1809 dijelaskan pengertian,”Kesengajaan adalah kemauan untuk melakukan atau tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang dilarang atau diperintahkan oleh undang – undang”. Dalam Memorie van Toelichting (MvT) Menteri Kehakiman pada waktu mengajukan Crimineel Wetboek  tahun 1881 […]

FENOMENA  HUKUM PIDANA

FENOMENA  HUKUM PIDANA   “Perbuatan Berlanjut”  artinya suatu niat, satu jenis perbuatan, antara perbuatan yang satu dengan yang lain berlangsung tidak terlalu lama. Dengan dilakukannya perbuatan pertama, sudah terjadi delik. Jadi, perbuatan berlanjut Voortgezette Handeling sejenis dengan Concursus Realis, tetapi system pidananya selaras dengan Concursus Idealis (hanya satu pidana). Jika […]